kmntb

Belajar Moderasi Islam dari Rasulullah; Perayaan Maulid Nabi SAW bersama TGB

KM-NTB Mesir – Sabtu, 7 November 2020 Keluarga Mahasiswa Nusa Tenggara dan Bali sukses menggelar acara Maulid Baginda Rasulullah SAW bersama TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA. yang bertempat di Aula Sekretariat KM-NTB. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW sekaligus sebagai ajang silaturahim KM-NTB dengan TGB yang dilakukan dengan semi online via live Zoom. 

Acara ini dimeriahkan oleh Tim Hadroh PwK NW Mesir. Sejak pukul 10.00 WLK, pembacaan Maulid Adhiyaul Lami’ dan sholawat dimulai dengan disertai iringan tabuhan banjari oleh Tim Hadroh PwK NW Mesir sembari menunggu TGB masuk ke dalam acara melalui via Zoom. Acara pun dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh saudara Hasbullah.

Sambutan pertama yang disampaikan oleh orang nomor satu di KM-NTB Mesir Ust. Alimuddin Ghozali, Lc. Beliau mewakili ketua panitia untuk mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah berperan dalam mensukseskan acara ini, termasuk kepada seluruh hadirin baik yang offline maupun online. 

Diikuti setelah itu, sambutan kedua dari Badan Perwakilan Anggota KM-NTB yang disampaikan oleh Ust. Abdullah Fatih Lc. Beliau menyampaikan laporan tentang perkembangan KM-NTB dari segi jumlah dan beberapa kegiatan yang telah dilakukannya, terutama kegiatan-kegiatan yang menunjang keilmuan dan kedekatan KM-NTB dengan para masyaikh.

Selepas itu, acara dilanjutkan dengan peresmian Rumah Amal KM-NTB yang merupakan lembaga baru di bawah naungan KM-NTB, yang bergerak di bidang sosial dan kesejahteraan mahasiswa di Mesir. Rumah Amal KM-NTB ini kemudian diresmikan oleh perwakilan BPA Ust. Abdullah Fatih, Lc. bersama Ust. Azwar Anas, Lc. dengan simbolis dan disaksikan langsung oleh TGB.

Tiba acara inti, yaitu ceramah Maulid Nabi yang disampaikan oleh TGB. Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi. TGB menyampaikan rasa syukur bisa bersilaturahim dengan warga KM-NTB. Beliau juga menyampaikan rasa bangganya terhadap KM-NTB Mesir yang sudah banyak berubah menuju kemajuan. 

Dalam pembukaan ceramahnya, TGB menyampaikan bahwa semakin akhir zaman maka semakin berat cobaan yang akan dihadapi generasinya. Karena itu, beliau terus memberikan motivasi untuk giat belajar dan mengkaji ilmu al-Azhar yang merupakan sumber khazanah ilmu keislaman dunia. 

Terkait dengan tema Urgensi Moderasi Islam Ala Rasulullah di Era Milenial, TGB menyampaikan bahwa cara memahami moderasi Islam paling baik adalah dengan menyelami keseharian Rasulullah SAW, bagaimana kehidupan beliau dengan para sahabat serta bagaimana beliau berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan siapa pun. Beliau juga menjelaskan bahwasanya Rasulullah adalah sosok yang dinamis, orang yang berbaur dengan masyarakat, menjadi problem solver bagi segala permasalahan. Sampai-sampai beliau digelari al-Amin.

“Dari sifat dan karakter beliau, ketika kita mampu merekonstruksi keseharian Rasulullah SAW kita akan mendapati potret pribadi seorang yang wasathi (moderat)”, ujar TGB di tengah tausiahnya. Karena itu, jika berbicara tentang moderasi artinya kita sedang berbicara tentang karakter yang mewujud dalam diri pribadi seseorang. Sedangkan satu-satunya pribadi di muka bumi ini yang berhak dijadikan tauladan dalam kemoderatan tidak lain adalah Rasulullah SAW.

TGB kemudian menjelaskan tentang makna al-adlu wa khairiyah yang merupakan asal dari kata moderat. Bahwa makna adil bukanlah seutas tali yang membagi sesuatu menjadi dua bagian yang sama, akan tetapi adil itu adalah sebuah kearifan dan kebijaksanaan dalam bersikap. Tidak ada guluw (sikap berlebihan) apalagi tathorruf (keterlaluan melampaui batas). TGB lalu memberikan contoh bagaimana Rasulullah SAW melarang Sayidah Aisyah berlebihan dalam menjawab ejekan orang kafir Quraisy ketika mengatakan assamu alaikum (bagi kalian adalah kebinasaan).   

Di akhir ceramahnya, TGB mengutarakan harapannya kepada para alumni al-Azhar untuk bahu-membahu, saling bekerjasama dalam menebarkan makna kemoderatan Islam di Indonesia terutama di zaman milenial sekarang, zaman yang independensi dan kreatifitasnya sangat tinggi. Maka dibutuhkan alumni al-Azhar yang sangat kuat dalam keilmuan dan keazharannya serta kompak menyuarakan makna Islam yang hakiki, yang wasati. “Semoga Allah menganugerahkan taufik kepada antum semua para azhariyin”, doa beliau kepada para pelajar Azhar.

Bagikan :

Artikel Lainnya

Siap Terima Zakat Fitrah; Rumah ...
  Siap Terima Zakat Fitrah; Rumah Amal Adakan Dauroh Zaka...
Nahdliyin Sasak; Bukti Keberagam...
Nahdliyin Sasak; Bukti Keberagaman dan Kesatuan Masyarakat KM-...
Baru Seumur Jagung, Sanggar Seni...
 Baru Seumur Jagung, Sanggar Seni KM-NTB Meriahkan Acara ...
Menilik Dialektika Peradaban; Se...
Menilik Dialektika Peradaban; Sebuah Proses Pendewasaan. Oleh:...
SEJARAH SINGKAT KODIFIKASI KITAB...
  SEJARAH SINGKAT KODIFIKASI KITAB DALAM USUL FIQIH Oleh:...
Cerpen, Kecemassan Guru Seneng
  Kecemasan Guru Seneng Punggungnya melengkung ketika ia ...

Download App KM-NTB Mesir

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Artikel, Update Informasi KM-NTB Mesir Hanya dalam Genggaman

Hubungi kami di : +201550341221

Kirim email ke kaminusatenggaradanbali@gmail.com

Download App KM-NTB Mesir

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Artikel, Update Informasi KM-NTB Mesir Hanya dalam Genggaman