Wadah berbagi informasi dan eksplorasi pengetahuan para pelajar Nusa Tenggara dan Bali di Mesir

Generasi Millennial dan Teknologi

Generasi millennial akan identik dengan gaya hidup yang hedonis, kurang nasionalis dan partisipatif, sekularis, malas, dan anti sosial. Tuduhan mutlak semacam itu sepertinya kurang bijak jika tidak dikomparasikan dengan kenyataan bahwa generasi ini memiliki sisi baik yang termarginalkan.

Rentang waktu antara tahun 1980 sampai dengan 2000 merupakan masa kemajuan teknologi dan informasi dunia, yang –tentu saja- berdampak besar pada kehidupan pribadi dan sosial dari masyarakat, khususnya pemuda.

Diantara dampak perubahan tersebut adalah akses berita yang dulunya hanya menggunakan radio dan surat kabar, sekarang sudah menggunakan televisi dan ponsel canggih. Apalagi dengan maraknya internet, konsumen berita akan beralih pada ponsel masing-masing.


Harus disadari bahwa dampak dari era perkembangan teknologi dengan pesat ini mengharuskan kita untuk berubah. Diantara perubahan itu bisa terlihat pada banyaknya orang yang menggunakan media sosial, yang bermain game online, yang tidak membaca buku (beralih ke e-book), dan yang menyebar fitnah dan provokasi (karena bebasnya berita dalam penyebaran).

Oleh sebab itu, bukan salah generasi millennial jika banyak nilai-nilai di masyarakat yang tergerus dan mulai memudar, itu karena akibat dari perkembangan zaman. Tugas kita sekarang adalah menghadapi perkembangan ini dengan bijaksana, jangan sampai terbawa arus.

Era modern dengan generasi millennial-nya bisa melihat perubahan ini dengan persepsi positif. Misalnya dengan memanfaatkan media-media seperti Youtube ataupun membuat blog, bisa berisi video pendek dengan sisipan nilai moral bagi para penontonnya, dari gambar-gambar, juga dari tulisan-tulisan persuasif yang tentunya terpercaya.

Penggunaan media sosial yang saat ini merupakan kebutuhan rata-rata pemuda pun merupakan karakteristik dari generasi millennial. Sebut saja WhatsApp, Facebook, Instagram, Line, Imo, Hangouts, dan jenis-jenis lainnya, yang merupakan sebagian dari media-media yang kita gunakan sebagai alternatif untuk bersosialisasi melalui dunia maya.

Kehidupan sosial berubah dari dunia nyata menjadi dunia maya. Itu yang sebagian orang anggap sebagai anti sosial. “Sudah dunia maya, banyak hoax pula. Dasar generasi micin!” keluh mereka.

Dampak positif akan hadirnya media sosial ini selain untuk memudahkan dalam berkomunikasi, juga merupakan sumber informasi yang dapat menambah wawasan seseorang. Selain itu, media sosial juga kerap kali dimanfaatkan sebagai alat promosi yang tentu saja bisa mempercepat penjualan dalam suatu bisnis.

Walaupun begitu, tidak sedikit dampak negatif dari media sosial ini sudah menjamur di tanah air. Sebut saja akses pornografi secara bebas, membuat seseorang menjadi malas dan anti-sosial, ketergantungan terhadap media sosial, dan juga meningkatnya kejahatan dunia maya (cyber crime).

Data Komisi Nasional Perlindungan Anak mengungkapkan dari 4.500 remaja di 12 kota di Indonesia, 97 persennya pernah melihat pornografi. Begitu juga di kalangan siswa, dari 2.818 siswa, 60 persennya pernah melihat tayangan yang tidak senonoh itu.[1]

Mengenai kejahatan dunia maya, dari 1.627 kasus yang ditangani Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada tahun 2016 lalu, 1.027 kasus merupakan kasus kejahatan dunia maya atau cyber crime.[2]

Angka mencengangkan itu merupakan hasil dari penyalahgunaan dari teknologi yang berkembang sangat pesat ini, khususnya media sosial.

Menjamurnya media sosial di kehidupan pemuda saat ini seharusnya membuat kita berpikir cerdas bagaimana cara memanfaatkannya. Alokasi waktu untuk penggunaan media sosial yang tidak terlalu berlebihan dan menggunakannya sebagai wadah promosi dan komunikasi merupakan langkah yang bijaksana.

Generasi millennial tentu saja tidak akan selalu dihujat dengan anti sosial, malas, hedonis, dan hujatan lainnya jika mereka memanfaatkan media sosial dengan baik dan bertanggung jawab.

Maka, mari sebagai generasi masa kini yang modern, buktikan kepada mereka bahwa kita bisa untuk membanggakan negeri ini dengan tenknologi yang berkembang pesat sekarang ini, khususnya media sosial. Bahwa kita tidak selalu terbawa oleh arus modernisasi yang berdampak buruk seperti yang disebutkan sebelumnya. Generasi millennial adalah generasi emas, yang akan membentuk generasi berikutnya menjadi generasi terbaik sepanjang masa.

_________________________
[1]http://m.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/10/11/oew0yb361-97-persen-remaja-indonesia-pernah-mengakses-pornografi

[2]http://m.cnnindonesia.com/nasional/20161230232449-12-183255/cyber-crime-kasus-kejahatan-terbanyak-di-2016

Posting Komentar

0 Komentar